Lindungi Si Kecil
dengan Imunisasi

ImuniCare hadir untuk membantu orang tua memahami pentingnya imunisasi, memantau jadwal vaksinasi, dan memastikan anak tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit berbahaya.

13
Jenis Vaksin Dasar
5
Kunjungan Pertama
0-18
Bulan Usia Anak
100%
Gratis di Faskes

Edukasi Imunisasi

Kenali berbagai jenis vaksin yang wajib diberikan kepada anak untuk perlindungan optimal

Vaksin BCG
1 kali pemberian

Melindungi anak dari Tuberkulosis (TB), penyakit infeksi yang menyerang paru-paru. Diberikan saat bayi baru lahir atau sebelum usia 2 bulan. Disuntikkan di lengan atas kiri.

Usia: 0 bulan
Vaksin Hepatitis B
4 kali pemberian

Mencegah infeksi Hepatitis B yang menyerang hati dan bisa menyebabkan sirosis/kanker hati. Vaksin pertama diberikan dalam 24 jam pertama kelahiran (Hb-0).

0 bulan 1 bulan 2 bulan 3 bulan
Vaksin Polio
4 kali pemberian (tetes)

Mencegah penyakit Poliomielitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen pada anak. Diberikan dalam bentuk tetes mulut (OPV) pada usia 1, 2, 3, dan 4 bulan.

1 bln 2 bln 3 bln 4 bln
Vaksin DPT-HB-Hib
4 kali pemberian

Vaksin kombinasi 5 dalam 1 melindungi dari: Difteri, Pertusis (batuk rejan), Tetanus, Hepatitis B, dan Hib (pneumonia & meningitis). Diberikan pada usia 2, 3, 4, dan 18 bulan.

2 bln 3 bln 4 bln 18 bln
Vaksin Campak/MR
2 kali pemberian

Mencegah Campak (Measles) dan Rubella. Campak sangat menular dan bisa menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia dan encefalitis. Rubella berbahaya bagi ibu hamil.

9 bln 18 bln
Vaksin PCV
3 kali pemberian

Pneumococcal Conjugate Vaccine melindungi dari infeksi bakteri pneumokokus yang menyebabkan pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga tengah pada anak.

2 bln 4 bln 12 bln
Vaksin Rotavirus
2-3 kali pemberian

Mencegah diare berat akibat rotavirus, penyebab utama diare pada bayi dan balita di seluruh dunia. Diberikan dalam bentuk tetes mulut sebelum usia 8 bulan.

2 bln 4 bln 6 bln
Vaksin IPV
1 kali pemberian

Inactivated Polio Vaccine adalah vaksin polio suntik yang berisi virus polio yang sudah dimatikan. Diberikan sebagai pelengkap OPV (tetes) untuk meningkatkan kekebalan.

4 bulan
Vaksin JE
1 kali pemberian

Japanese Encephalitis melindungi dari radang otak yang disebabkan virus JE yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Diberikan di daerah endemis pada usia 10-12 bulan.

10-12 bulan

Jadwal Imunisasi Dasar

Pedoman jadwal imunisasi sesuai rekomendasi IDAI dan Kemenkes RI

Usia Anak Vaksin yang Diberikan Cara Pemberian Keterangan
0 bulan Hepatitis B-0 BCG Suntik HepB dalam 24 jam pertama
1 bulan Hepatitis B-1 Polio-1 Suntik & Tetes Polio diberikan per oral
2 bulan DPT-HB-Hib-1 Polio-2 PCV-1 Rotavirus-1 Suntik, Tetes, Tetes Vaksin kombinasi 5-in-1
3 bulan DPT-HB-Hib-2 Hepatitis B-2 Rotavirus-2 Suntik & Tetes Lanjutan vaksin dasar
4 bulan DPT-HB-Hib-3 Polio-3 IPV PCV-2 Suntik & Tetes IPV sebagai pelengkap OPV
6 bulan Hepatitis B-3 Suntik Lanjutan HepB
9 bulan Campak/MR-1 Suntik Vaksin campak/rubella pertama
10-12 bulan JE Suntik Hanya di daerah endemis
12 bulan PCV-3 Suntik Booster PCV
18 bulan DPT-HB-Hib-4 Campak/MR-2 Polio-4 Suntik & Tetes Booster / penguat

Mengapa Imunisasi Penting?

Imunisasi adalah salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling cost-effective

1
Melindungi Anak dari Penyakit Berbahaya

Vaksin melatih sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan patogen penyebab penyakit.

2
Mencegah Penularan di Masyarakat

Herd immunity tercapai saat ≥80% populasi terimunisasi, melindungi yang tidak bisa divaksin.

3
Menghemat Biaya Kesehatan

Mencegah lebih murah daripada mengobati. Imunisasi mengurangi biaya rawat inap dan pengobatan.

4
Menjamin Masa Depan Anak

Anak yang terimunisasi tumbuh sehat, bisa bersekolah dan berkembang secara optimal.

Fakta vs Mitos Imunisasi

Jangan biarkan informasi salah menghalangi perlindungan anak Anda

MITOS: Vaksin menyebabkan autisme
Penelitian besar di seluruh dunia telah membuktikan TIDAK ADA hubungan antara vaksin dan autisme. Penelitian asli yang mengklaim hal itu telah dicabut karena metode yang curang.
FAKTA: Vaksin sangat aman
Semua vaksin melewati uji klinis ketat sebelum disetujui. Efek samping umumnya ringan seperti demam ringan dan nyeri di tempat suntik yang akan hilang dalam 1-2 hari.
MITOS: Imunisasi tidak perlu karena penyakit sudah langka
Penyakit menjadi langka JUSTRU KARENA imunisasi. Jika imunisasi dihentikan, penyakit akan kembali muncul. Contoh: wabah campak di negara yang menolak vaksinasi.
MITOS: Terlalu banyak vaksin melemahkan daya tahan anak
Sistem kekebalan bayi mampu merespons ribuan antigen sekaligus. Vaksin kombinasi justru mengurangi jumlah suntikan dan melindungi lebih banyak penyakit sekaligus.
FAKTA: Imunisasi gratis di fasilitas kesehatan pemerintah
Pemerintah Indonesia menyediakan imunisasi dasar secara GRATIS di Puskesmas, Posyandu, dan fasilitas kesehatan pemerintah lainnya untuk semua anak.
FAKTA: Vaksin mengandung bahan yang aman
Bahan tambahan dalam vaksin seperti aluminium dan formaldehid digunakan dalam jumlah sangat kecil dan aman. Aluminium yang masuk dari vaksin jauh lebih sedikit daripada dari makanan sehari-hari.

Masuk ke Sistem

Akses halaman pengelolaan data pasien dan kunjungan imunisasi